Sejak pertama kali diterbitkan, 2001, (Dar Ibnu Hazm: Beirut), buku ini bertahan selama dua tahun sebagai buku terlaris. Untuk cetakan pertama, dalam kurang waktu sebulan sudah habis terjual. Antusiasme yang sama juga diberikan kepada cetakan kedua hingga kesembilan. Namun mulai cetakan ketiga, hak cetaknya diambil alih oleh sebuah pustaka besar di Riyadh, Alobeikan. Beberapa ulama dunia memang berbeda pandangan dengan Aidh A-Qarni, bahkan hingga ada yang menganggap penulis besar ini “sesat” namun tampaknya mayoritas ulama dan umat Islam justeru berpandangan sebaliknya.
Kitab La Tahzan [Aidh Al Qarni]
11
Okt

